tuhan..
hina kah aku mencintai raganya sedemikian besar ?
tuhan ...
hinakah aku melambungkan harapan yang teramat tinggi ..
mengawang-awang menembus batas tentang larangan berzina ?
tuhan
hinakah rasaku yang begitu hebat merindukannya ?
tuhan
hinakah getaran rindu yang selalu hadir dalam setiap malam menjemput ?
tuhan ..
hinakah setiap harapan akan tentang kebersamaanku dengannya?
tuhan..
hinakah aku yang memaksanya untuk mencintaiku?
hinakah aku yang egois memaksanya untuk merinduku?
tuhan
hinakah jika ingin kuhabiskan malamku bersama setiap desah napas dan elusan lembutnya?
tuhan..
hinakah aku jatuh cinta padanya?
seseorang yang tidak akan pernah aku miliki seutuhnya.
seseorang yang hanya berada diantara batas kebahagiaan dan kesakitanku yang menjadi semu
seseorang yang tidak akan pernah bisa aku perjuangkan .
seseorang yang hanya seminggu mampu menyita kuasaku untuk menahan air mata
seseorang yang mengajakku tertawa tanpa batas dan syarat
seseorang yang melepaskanku dari hitamnya mendendam
seseorang yang semestinya tidak aku temui dalam keadaan yang hina ini
seseorang yang seharusnya tidak mencium keningku dialam februari lalu
bersama alunan musik korea dan sorakan suporter bola
seseorang yang seharusnya tidak aku cintai sedemikian hebatnya
seseorang yang hanya akan hidup dalam kesemuan
seseorang yang menyanderah hatiku
seseorang
seorang sahabat
dari mantan yang harus aku lupakan.
Jumat, 24 Februari 2012
Selasa, 07 Februari 2012
aku,kamu dan malam itu
februari mempertemukan kita dalam malam yang indah
saling memeluk dan berjanji untuk tetap mencintai walau dalam keadaan yang salah
februari dan malam itu menjadi saksi
betapa aku terlalu mencintaimu dalam setiap desah napasku
februari dan malam itu menuntaskan segunung rindu yang menggelayut manja dalam hatiku
februari dan malam itu menjadi saksi
aku dan kamu
kita dan malam februari
dalam selimut cinta yang menghangatkan
kita dan malam februari itu
aku terasa kembali ke sekian bulan yang pernah kita jalani bersama
aku,kamu dan malam di februari
menyesatkanku lagi dalam keyakinan cinta yang mungkin akan aku temui padamu
aku,kamu dan malam difebruari......
saling memeluk dan berjanji untuk tetap mencintai walau dalam keadaan yang salah
februari dan malam itu menjadi saksi
betapa aku terlalu mencintaimu dalam setiap desah napasku
februari dan malam itu menuntaskan segunung rindu yang menggelayut manja dalam hatiku
februari dan malam itu menjadi saksi
aku dan kamu
kita dan malam februari
dalam selimut cinta yang menghangatkan
kita dan malam februari itu
aku terasa kembali ke sekian bulan yang pernah kita jalani bersama
aku,kamu dan malam di februari
menyesatkanku lagi dalam keyakinan cinta yang mungkin akan aku temui padamu
aku,kamu dan malam difebruari......
m.reski
Sabtu, 04 Februari 2012
T.T
tuhan... ada yang menghimpit didalam hatiku..rasanya sakit
bahkan sangat menyiksa...
sakit yang menyita banyak air mataku
memaksaku menjadi sosok rapuh yang terbayangi oleh sejuta kenangan masa lalu.
setiap tempat yang aku jejali setidaknya ada sejuta senyum yang hadir bersamanya
lantas aku harus berbuat apa untuk dapat mendapat ruang lega atas sakit masa lalu yang menimpaku
ada banyak kenangan yang harus aku kubur pelan-pelan,tapi semakin aku berusaha untuk melupakannya semakin kuat desakannya untuk hadir dan menyata,memaksaku untuk menitikkan air mata.
tuhan ... aku terlalu rapuh untuk menjadi bagian dari masa depan dari masa lalu yang sering datang tiba-tiba menyakitiku.
aku masih terlalu rapuh...
bahkan sangat menyiksa...
sakit yang menyita banyak air mataku
memaksaku menjadi sosok rapuh yang terbayangi oleh sejuta kenangan masa lalu.
setiap tempat yang aku jejali setidaknya ada sejuta senyum yang hadir bersamanya
lantas aku harus berbuat apa untuk dapat mendapat ruang lega atas sakit masa lalu yang menimpaku
ada banyak kenangan yang harus aku kubur pelan-pelan,tapi semakin aku berusaha untuk melupakannya semakin kuat desakannya untuk hadir dan menyata,memaksaku untuk menitikkan air mata.
tuhan ... aku terlalu rapuh untuk menjadi bagian dari masa depan dari masa lalu yang sering datang tiba-tiba menyakitiku.
aku masih terlalu rapuh...
Kamis, 02 Februari 2012
entah...
tentang gerimis yang membuatmu menyata dalam setiap kesakitan yang aku miliki..
entah gerimiskah yang mengantarkanmu datang ke alamku
ataukah kau memang tidak pernah sama sekali pernah meninggalkannya
ataukah aku yang tidak pernah menyadari bahwa kau telah lama meninggalkannya dan aku masih bertahan dengan kepura-puraan yang aku miliki bahwa kau tetap ada disini ?
entah ada berapa kali gerimis yang telah berlalu dan aroma yang dia hadirkan menyakitiku secara perlahan !
membawaku ke dalam ruang sesak tanpa udara yang aku sebut ruang RINDU !!!!
entah ada berapa kali gerimis yang hadir
yang aku ingat hanya kenangan mu dan beberapa pertengkaran kecil bodoh yang semakin melekat sempurna dalam ingatanku,entah benar-benar melekat ataukah aku yang sama sekali tidak berusaha untuk mengusirnya agar tidak mengusikku lagi .
entah...
gerimiskah yang membawa rindu ini datang ?
ataukah selama ini rasa itu memang ada dan aku hanya berpura-pura tidak merasa?
entah..
sudah berapa lama aku hidup dalam sebuah kemunafikan yang membuatku seperti ini
memasang topeng baik-baik saja padahal ditiap hari tak pernah lepas menitikkan air mata.
entah...
sudah berapa lama semua ini..
entah ini baru aku sadari
ataukah memang sudah sedari dulu aku mengingatnya namun tetap menjadi munafik
entahlah..
entah gerimiskah yang mengantarkanmu datang ke alamku
ataukah kau memang tidak pernah sama sekali pernah meninggalkannya
ataukah aku yang tidak pernah menyadari bahwa kau telah lama meninggalkannya dan aku masih bertahan dengan kepura-puraan yang aku miliki bahwa kau tetap ada disini ?
entah ada berapa kali gerimis yang telah berlalu dan aroma yang dia hadirkan menyakitiku secara perlahan !
membawaku ke dalam ruang sesak tanpa udara yang aku sebut ruang RINDU !!!!
entah ada berapa kali gerimis yang hadir
yang aku ingat hanya kenangan mu dan beberapa pertengkaran kecil bodoh yang semakin melekat sempurna dalam ingatanku,entah benar-benar melekat ataukah aku yang sama sekali tidak berusaha untuk mengusirnya agar tidak mengusikku lagi .
entah...
gerimiskah yang membawa rindu ini datang ?
ataukah selama ini rasa itu memang ada dan aku hanya berpura-pura tidak merasa?
entah..
sudah berapa lama aku hidup dalam sebuah kemunafikan yang membuatku seperti ini
memasang topeng baik-baik saja padahal ditiap hari tak pernah lepas menitikkan air mata.
entah...
sudah berapa lama semua ini..
entah ini baru aku sadari
ataukah memang sudah sedari dulu aku mengingatnya namun tetap menjadi munafik
entahlah..
Langganan:
Postingan (Atom)